Pemerintah Percepat MBG untuk Pesantren dan Wilayah 3T
JAKARTA – Pemerintah menyiapkan percepatan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi pondok pesantren, sekolah berbasis agama, serta wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan kelompok tersebut akan menjadi prioritas pada tahap awal skema baru pelaksanaan MBG yang tengah dimatangkan pemerintah.
Pernyataan itu disampaikan Zulkifli dalam Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Sabtu (25/7/2026).
"Saya bikin dua tahap MBG. Satu bulan pertama, yang akan diprioritaskan adalah wilayah 3T dan sekolah berbasis agama, pondok-pondok," kata Zulkifli.
Menurut dia, rancangan tersebut masih dalam tahap pematangan. Pemerintah berencana memaparkan skema itu kepada Presiden Prabowo Subianto dalam beberapa pekan ke depan untuk mendapatkan persetujuan sebelum diterapkan.
Dalam skema yang disiapkan, pesantren dan sekolah berbasis agama tidak harus membangun dapur baru untuk menjalankan program MBG. Pemerintah akan mendorong pemanfaatan dapur yang telah tersedia di lingkungan sekolah maupun pondok pesantren.
"Jadi pondok, sekolah-sekolah Islam, saya akan minta nanti enggak usah bikin dapur. Dapurnya di sekolah saja, dapurnya di pondok saja agar ada percepatan," ujarnya.
Selain pesantren dan wilayah 3T, pemerintah juga tengah menata sekitar 8.000 titik layanan MBG baru di Pulau Jawa. Pendataan penerima manfaat akan dilakukan terlebih dahulu untuk menghindari tumpang tindih sasaran antarsatuan pelayanan.
Zulkifli mengatakan pemerintah membentuk tim bersama Kementerian Pendidikan dan kementerian terkait untuk melakukan pendataan jumlah murid secara lebih akurat. Sekolah yang dinilai tidak membutuhkan layanan MBG nantinya dapat dievaluasi sehingga alokasi bisa dialihkan ke sekolah lain yang lebih membutuhkan.
Pemerintah menargetkan skema percepatan MBG untuk pesantren dan wilayah 3T dapat diselesaikan dalam satu bulan. Sementara penataan titik layanan secara nasional ditargetkan rampung paling lambat dua bulan.
"Yang berbasis agama dan yang 3T saya akan selesaikan satu bulan. Yang detail tadi paling lama dua bulan. Mudah-mudahan bisa lebih cepat," kata Zulkifli.
